Friday, April 9, 2010

5 Penyebab Utama Penolakan Membeli Produk

Personal Selling adalah bagian dari strategi marketing perusahaan yang merupakan langkah konkret dalam membangun penjualan langsung dan bertujuan bertemu dengan masyarakat. Dalam kaitan ini sang sales atau pelaku marketing mempunyai kesempatan untuk secara langsung mengetahui sejauh mana produk atau layanan direspon secara cepat oleh masyarakat entah itu dalam bentuk penolakan atau persetujuan membeli.

Strategi marketing yang perfect tentu sudah membekali tim secara langsung dalam proses personal selling dengan antisipasi lapangan dan taktik membujuk yang relevan, sopan dan efektif. Namun masyarakat tetap saja boleh menolak, karena secara umum budaya, kemampuan dalam masyarakat mampu mempengaruhi keputusan.

Di bawah ini ada 5 alasan utama kenapa masyarakat menolak produk atau layanan Anda:

1. Harga
Harga merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan penolakan sebuah produk. Memang harga bisa dikompromi, secara umum kompromi ada 2, Pertama kompromi teradap harga, wujudnya diskon, namun diskon bukanlah faktor utama pelangkap harga. Kedua pola pembayaran, kredit 1-3 kali atau 1-3 bulan,merupakan bentuk toleransi terhadap harga, dan secara umum kredit 3 bulan dari sisi perusahaan mungkin tidak secara langsung mengurangi harga, namun secara perputaran uang sebenarnya menambah beban efektitas perputaran modal, return of investment. Selain harga juga dipengaruhi oleh empat faktor lainnya.

2. Loyalitas Pada Pemasok Lama
Ketika dalam proses penawaran yang bersifat personal selling, maka uji coba produk langsung merupakan langkah yang baik dalam strategi memasarkan produk karena masyarakat terkadang lebih nyaman dengan pemasok lama yang proses transaksi terbukti dalam sekian waktu. Loyalitas terhadap pemasok lama merupakan tantangan yang nyata saat ini, kecuali barang adalah benar-benar baru dan belum lama diketahui oleh masyarakat. Strategi lain di lapangan yaitu bahwa Anda sebagai pemasok kedua tetap dapat memberikan layanan sebaik pemasok sebelumnya plus bonus yang ditambahkan, bonus tidak harus uang.

3. Tak Mampu Membuat Keputusan
Sales yang paham betul akan aturan-aturan personal selling sangat memahami bahwa ketika menawarkan kepada masyarakat sering terjadi penolakan sesaat karena tidak mampunya calon pelanggan untuk memutuskan, untuk itu jangan terlalu memaksa, dan ada kesan mengejar, cobalah dengan mencari tahu kemungkinan pelaung pertemuan kedua, ketiga baik dengan mengoleksi nomor hp, email, alamat rumah dan sahabatnya.

4. Faktor Produk Yang Kurang Kompetitif
Banyak produk yang ditawarkan ke masyarakat adalah produk inovasi yang hebat, namun bukan produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Produk yang hebat adalah produk yang mampu bersaing saat ini dan akan datang karena tolak ukur kompetensi barang di era sekarang adalah pembuktian, visualisasi dan penjelasan teknis.

Untuk itu jika suatu produk masih baru atau belum popular, maka pahamilah kualifikasi teknis dan spesifikasinya agar dengan memahami dua hal tersebut mampu jadi alasan untuk membujuk, selain dari fisik barang tersebut. Produk yang kurang kompetitif bisa dikamuflase dengan faktor lain yang kompetitif walau itu sekedar informasi tambahan.

5. Tidak Menyukai Perusahaan, Sistem Dan Penjualnya
Ketika sebuah perusahaan menerapkan strategi marketing dengan memproduksi susu yang berbeda-beda sampai 5 produk susu, maka ketika salah satu produk bermasalah dan terbukti membuat masyarakat resah maka kemungkinan 4 produk lainnya akan memancing respon dari masyarakat dan bisa saja respon itu negatif, takut mengkonsumsi 4 lainnya.

Contoh lain, seseorang suka sekali dengan produk herbal tapi paling tidak suka jika membeli lewat rantai MLM karena selain strategi bisnis, strategi marketingnya lewat sistem tertentu, juga penjualnya belum tentu paham betul akan penyakit. Paham tentang produk obat mungkin bisa, namun terhadap penyakit tidak semua bisa mengkorelasikan antara penyakit yang komplek dengan produk yang statis terbukti distributor satu dengan yang lain bisa berbeda rekomendasinya walau hanya untuk satu penyakit yang sama.


Tips For Sales Development

"Work is love made visible. And if you cannot work with love but only with distaste, it is better that you should leave your work and sit at the gate of the temple and take alms of those who work with joy." (Kahlil Gibran)

Kerja harus dijadikan sesuatu kecintaan . Jika Anda tidak dapat bekerja dengan kecintaan melainkan hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan Anda dan duduk di gerbang kuil dan mengambil sedekah dari mereka yang bekerja dengan sukacita.

Produk atau service yang berkualitas dengan harga yang kompetitif tidaklah selalu menjamin pasti sukses meraih market share. Masih ada beberapa faktor yang menyebabkan konsumen tidak mau membeli. Ada beberapa tips yang bisa dijadikan acuan agar konsumen mau membeli suatu produk dan menjadi loyal :

1. KEUNTUNGAN TERBESAR
Di era yang serba kompetitif ini, konsumen tidak lagi diperlakukan sebagai raja melainkan sebagai partner. Selain itu Anda harus smart dalam hal penentuan / pemilihan untuk pemenuhan kebutuhan konsumen. Satu - satunya cara yang terefektif selain memperlihatkan karakteristik produk yang attractive, tetapi juga menjelaskan sedetail mungkin manfaat - manfaat dari suatu produk (added value) yang tidak akan dijumpai pada produk sejenis yang lain (competitor).

"I am grateful for all my problems. I became stronger and more able to meet those that were still to come." (J.C. Penney)

“Saya bersyukur atas semua masalah saya. Saya menjadi lebih kuat dan lebih mampu memenuhi yang masih akan datang.”

2. PENDEKATAN PRIBADI
Consumer Satisfaction akan berhasil diraih jika mampu mengadakan pendekatan pribadi dan memahami dengan baik apa diinginkan oleh konsumen. Jika kepuasan konsumen berhasil diraih maka apapun yang ditawarkan dan berapapun harganya (konsumen butuh), pasti akan dibeli dan tidak akan beralih ke produk pesaing.

"A brand for a company is like a reputation for a person. You earn reputation by trying to do hard things well." (Jeff Bezos)

“Sebuah merek bagi perusahaan adalah seperti reputasi seseorang. Anda mendapatkan reputasi dengan berusaha keras untuk melakukan hal-hal baik.”

3. SPESIFIKASI PRODUK
Data apapun yang dibutuhkan konsumen, segera berikan dan jelaskan selengkap mungkin. Beli atau tidak, jangan dipikirkan. Ingat selalu, selagi konsumen masih mau bertanya maka peluang membeli itu masih ada. Jika konsumen masih ragu dan bimbang maka persentase keberhasilan dalam menjual akan bisa jadi NOL. Semakin detail suatu produk dijelaskan maka akan semakin mudah konsumen memahami akan produk tersebut. Jika kondisi ini telah bisa dipenuhi maka spontanitas pula buying signal akan timbul.

"Whenever you are asked if you can do a job, tell them, 'Certainly, I can !' Then get busy and find out how to do it." (Theodore Roosevelt)

“Setiap kali Anda akan ditanya apakah Anda bisa melakukan pekerjaan, katakan kepada mereka, "Tentu saja, saya bisa!" Kemudian car tahu bagaimana melakukannya.”

4. DRAMATISASI PERASAAN
Kondisikan bahwa dengan memakai yang ditawarkan, konsumen pasti akan senang dan bangga. Jika kondisi ini terpenuhi maka berapapun harganya, tidak akan menjadi pokok permasalahan. Contoh kasus : Semua orang tahu bahwa harga mobil Mercedes bisa double atau triple jika dibandingkan dengan mobil buatan Jepang lainnya (misal : Honda) tetapi mengapa konsumen membelinya ? Faktornya, tiada lain adalah rasa bangga, nyaman dan ada nilai tambahnya (added value).

"Don't limit yourself. Many people limit themselves to what they think they can do. You can go as far as your mind lets you. What you believe, remember, you can achieve." (Mary Kay Ash)

“Jangan membatasi diri Anda sendiri. Banyak orang membatasi diri untuk apa yang mereka pikir bisa mereka lakukan. Anda dapat pergi sejauh pikiran Anda memungkinkan Anda. Apa yang Anda percaya, ingat, Anda dapat mencapai itu.”

5. SEKARANG BUKAN BESOK
Persentase keberhasilan menjual akan lebih significant jika konsumen mampu langsung memberikan keputusan pada saat itu juga daripada keesokan harinya atau lusa. Karena keputusan pada keesokan harinya atau lusa, umumnya telah dicemari atau dipengaruhi oleh pihak ketiga, artinya bisa saja keputusan yang diambil adalah keputusan yang timbul (influence) dari pihak ketiga dan bukan kemauan pribadi konsumen.

"If you don't do it excellently, don't do it at all. Because if it's not excellent, it won't be profitable or fun, and if you're not in business for fun or profit, what the hell are you doing there ?" (Robert Townsend)

“Jika Anda tidak melakukannya dengan sangat baik, jangan lakukan sama sekali. Karena kalau itu tidak baik, itu tidak akan menguntungkan atau menyenangkan, dan jika Anda tidak dalam usaha untuk bersenang-senang atau keuntungan, apa sih yang Anda lakukan di sana?”



Wednesday, April 7, 2010

Tips Bagaimana Disenangi Orang Lain

Pernahkah kita terpikir untuk dapat disenangi oleh orang lain? Apalagi kalau orang lain itu adalah pacar atau orang yang kita cintai. Atau ketika kita akan menjalin kerja sama dengan orang lain, tentu kita ingin dapat disenangi oleh orang itu. Berikut ini tips bagaimana disenangi orang lain.

Sebenarnya inti dari hal tersebut berasal dari kemampuan berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan orang lain karena hal itu lebih penting dalam meraih keberhasilan dibandingkan kemampuan teknis yang lain. Hal ini berkaitan erat dengan bagaimana kita memperlakukan orang lain dan bagaimana kita merespon setiap tindakan orang lain terhadap kita.

Di sekolah, kantor, di lingkungan rumah kita, atau dimana saja, kita akan berhadapan dengan orang lain dan akan timbul interaksi dengan orang lain. Ada kalanya kita bisa menjadi orang yang disukai dalam pergaulan atau menjadi orang yang menyenangkan tetapi sebaliknya bisa menjadi apatis atau pasif.

Hal itu yang menyebabkan kita berfikir bagaimana kita dapat menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain. Ada dua hal simple yang dapat menjawab hal itu, yaitu apa yang orang lain butuhkan dan kita berusaha memberikan apa yang dia butuhkan.

“Apa yang orang lain butuhkan” didalam pergaulan meskipun orang tersebut tidak mengatakan adalah penghargaan, perhatian, dan dukungan.

1. Penghargaan

Penghargaan ini merupakan hal yang sangat penting. Berikan penghargaan secara tulus dan sampaikan secara lugas sehingga membuat orang terkesan pada kita. Kunci dari penghargaan adalah “human being”, menjadikan orang lain pada tempat tertinggi. Berikan penghargaan ini kepada siapapun orangnya, karyawan, staff, atasan, guru, cleanning service, penjaga kantor, dan sebagainya.

2. Perhatian
Ketika kita berbicara dengan orang lain, hal yang dapat membuat kita bersemangat adalah perhatian. Sebaliknya juga berlaku pada lawan bicara kita. Jika orang lain menatap kita ketika kita berbicara, maka kita akan semakin bersemangat untuk berbicara tetapi jika orang lain menengok kanan kiri atau tidak melihat wajah kita, tentu kita akan merasa jengkel dan bahkan menghentikan pembicaraan.

Menyebutkan nama orang lain dengan tepat, ungkapkan perhatian pada ulang tahunnya merupakan salah satu cara mengungkapkan perhatian kita kepada orang lain.

3. Dukungan

Disini memberikan dukungan bukan berarti dengan material seperti uang atau barang-barang berharga tetapi dengan kata-kata. Suatu pujian dapat merupakan suatu dukungan ketika kita memberikan semangat kepada orang lain yang mungkin sedang patah hati, gagal dalam ujian, dan sebagainya. Dengan membangkitkan antusiasme orang lain merupakan hal yang penting, kita dapat mengikuti keinginan hati orang itu, alur berpikirnya serta mendukung dengan ungkapan yang positif.

Siapapun tentu kurang senang berbicara dengan orang yang selalu penuh keluh kesah, umpatan, caci maki, dan kata-kata yang dapat membuat telinga merah. Tetapi bagaimana jika kita tidak tahu bagaimana mengatakan hal yang dapat menyenangkan orang lain, yaitu dengan cara diam dan mendengarkan apa yang dia katakan dengan penuh perhatian. Hal ini merupakan salah satu pujian yang dapat kita berikan kepada siapapun.

Seorang jurnalis, Isaac F. Marcosson mengatakan bahwa banyak orang yang gagal dalam membuat kesan yang menyenangkan karena dia tidak dapat menjadi pendengar yang penuh perhatian.

Itulah tips bagaimana disenangi orang lain yang mungkin bermanfaat bagi kita. Berikan penghargaan karena mereka ingin dihargai, berikan perhatian karena mereka ingin diperhatikan, dan dukunganlah mereka karena mereka ingin didukung, jika kita ingin orang lain menyenangi kita, berbuatlah untuk menyenangkan mereka juga.

Kiat Menghadapi Penolakan Bagi Seorang Salesman

Di dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mengalami penolakan, baik itu teman kita sendiri ataupun orang tua kita yang menolak atas permintaan kita. Hal tersebut semakin sering dijumpai oleh orang-orang yang berprofesi dalm bidang penawaran produk dan jasa, khususnya seorang salesman.

Apakah mereka takut akan penolakan? Bagaimana seharusnya menyikapi penolakan yang akan diterima jika Anda seorang salesman?

Satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa penolakan itu adalah hal biasa, dalam industri atau bidang apapun, selama kita menawarkan sesuatu ke orang lain, apakah itu berupa barang atau jasa, Anda mempunyai kemungkinan ditolak. Bahkan penjual terbaik dan tergigih di dunia sekalipun sering mengalami penolakan. Namun Anda bisa membuat penolakan itu justru berguna buat Anda.

Pesan motivasi : “Penolakan itu hal biasa, Penerimaan baru Luar Biasa !”

Berikut 4 cara untuk membalikkan penolakan menjadi penerimaan dan kesuksesan :

1. Jadikan Kata “TIDAK” Sebagai Pembukaan Bukan Akhiran
2. Gali Makna Di Balik Kata “TIDAK”, Temukan Solusinya
3. Kata “TIDAK” Hanya Berlaku Untuk Beberapa Orang Saja
4. Jangan Pernah Menyerah Mendapatkan Kata “YA” Di Lain Kesempatan

Tuesday, April 6, 2010

Tips Menjadi Trainer Yang Mengesankan

“Pandangan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Anda.” Begitu bunyi salah satu bunyi iklan salah satu parfum terkenal yang ada di televisi. Iklan itu dibuat pastilah dibuat dengan maksud bukan hanya sebagai magnet untuk menarik konsumen, namun lebih dari itu si penjual ingin meyakinkan kepada seluruh orang bahwa setelah memakai parfum tersebut, si pemakai akan ”menggoda” untuk menjadi sesuatu yang spesial bagi orang lain.

Seorang trainer tentu juga menginginkan tetap berkesan di hati para pesertanya. Kesan pertama akan sangat menentukan ”marketable” seorang trainer. Trainer yang mampu membuat para pesertanya terkesan, akan membuat trainer yang bersangkutan semakin laku. Paling tidak apa yang disajikan olehnya akan tetap diingat oleh para peserta yang pernah dilatihnya.

Berbagai tips membuat kita sebagai trainer mengesankan, antara lain:

1. TAMPIL BEDA
Tambil beda selalu akan membuat orang lain mempunyai kesan khusus sekalipun beda secara negatif. Tentu seorang trainer tidak akan membuat keputusan untuk tampil beda secara negatif, misalnya dengan berpakaian yang kurang pantas atau berbicara yang jorok-jorok. Trainer harus menemukan berbagai strategi untuk dapat tampil beda dalam arti positif. Misalnya saat tampil pertama kali langsung menyanyikan lagu yang sedang hit, baru kemudian memperkenalkan diri dan menyajikan materi dengan penuh percaya diri. Namun upayakan isi lagu bisa dikaitkan dengan materi yang akan dibawakan.

Banyak teknik lain agar bisa tampil beda dalam arti positif bagi seorang fasilitator, antara lain:

a) Berpakaian Yang Beda Dengan Peserta Tetapi Tetap Pantas Dan Rapi

Cara yang paling mudah untuk dapat tampil beda adalah dengan cara berpakaian yang berbeda dengan peserta pelatihan. Kalau peserta berpakaian seragam dinas, trainer dapat mengenakan setelan baju berdasi. Apabila peserta mengenakan pakaian bebas, trainer dapat mengenakan setelan baju yang santai tetapi khas seperti hitam- hitam seperti crew Trans TV.

Dalam berpakaian yang perlu diingat adalah jangan sampai cara berpakaian yang digunakan trainer justru kelihatan tidak rapi atau tidak pantas dikenakan di muka umum. Misalnya seorang trainer hanya mengenakan kaos oblong.

Berpakaian sama dengan para peserta sebenarnya ada nilai positifnya, yaitu secara emosional akan lebih dekat dengan peserta. Namun demikian untuk membuat kesan yang berbeda ada baiknya mencoba untuk tampil dengan pakaian yang berbeda. Untuk menjaga keakraban dengan peserta selain dengan cara berkomunikasi yang baik, tentu cara berpakaian juga tidak boleh terlalu mencolok perbedaannya. Misalnya ketika peserta berpakaian seragam dinas, trainer justru menggunakan pakaian santai. Cara demikian akan mengesankan trainer lebih rendah levelnya di banding pesertanya. Sebaliknya ketika peserta mengenakan pakaian bebas, trainer mengenakan stelan jas berdasi. Cara demikian akan mengesankan trainer terlalu tinggi posisinya dibanding peserta.

Walaupun berbeda namun seorang trainer dalam berpakaian tetap harus memperhatikan efek psikologis dari cara berbakaiannya tersebut. Tidak boleh terlalu tinggi dibanding peserta, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah dibanding pesertanya. Ada baiknya untuk meningkatkan rasa percaya diri trainer perlu mengenakan pakaian yang secara psikologis sedikit lebih tinggi dibanding pesertanya.

b) Mempunyai Ciri Khas Tertentu (Trade Mark)

Kalau kita melihat acara EMPAT MATA apa yang kita ingat dari sosok Tukul Arwana? Ya, beberapa ciri khas Tukul Arwana yang selalu lekat diingatan kita, antara lain: potongan rambut ala Suneo dalam Doraemon, tak sobek-sobek, puas-puas dan gerak tubuh gaya khas srimulatnya.

Seseorang yang berkeinginan menjadi publik figur selalu berusaha menampilkan ciri khas yang ada dalam dirinya yang tidak dimiliki oleh orang lain. Iwan Fals mempunyai trade mark gondrong dengan lagu-lagu bertema kritik sosial. AA Gym mempunyai ciri khas bersurban ala Diponegoro dengan dakwah yang lebih mencerminkan kedamaian. Ian Kasela Raja memiliki khas pada kaca mata dengan lagu-lagu slow rock dan masih banyak lagi publik figur yang kita lihat dan mereka selalu mempunyai ciri khusus yang ditonjolkan. Bahkan banyak para publik figur yang menonjolkan ciri khusus justru dari kekurangan yang dia milikinya.Yati Pesek, justru karena hidungnya yang pesek. Tukul juga banyak menonjolkan bibir dan giginya. Dan banyak para pelawak yang justru mencari penghidupan dengan bermodalkan wajahnya yang jelek.

Dalam acara Indonesia Idol para komentator selalu menggiring para kontestan untuk terus mengeksplore ciri khas unik yang dimilikinya. Dengan menemukan ciri khas, maka akan mudah dikenal. Dengan mudah dikenal maka akan lebih mudah ”dijual”. Demikian juga seharusnya seorang fasilitator juga harus berusaha menemukan ciri khas yang dia miliki kalau ingin mudah dikenal oleh orang banyak. Tentu fasilitator berbeda dengan artis. Kalau artis lebih banyak bergelut pada dunia hiburan, sementara trainer lebih banyak bergerak pada pengembangan sumber daya manusia dan akademik. Oleh karena itu trainer tentu juga harus mengembangkan atau mendapatkan jati diri khusus dengan cara yang sesuai dengan bidangnya.

c) Gunakan Sapaan Yang Khas Kepada Peserta Untuk Mengingat Anda

Ada baiknya seorang trainer menciptakan sapaan-sapaan yang khas yang belum menjadi trade mark orang lain, seperti: Selamat Pagi dijawab Siap-Siap, Selamat Siang dijawab Kerja Keras, Selamat Sore dijawab Terima Gaji dan Selamat Malam dijawab Enak Tenan. Tentu masih banyak lagi sapaan-sapaan yang akan kita ciptakan untuk membuat peserta terkesan. Salam semacam itu selain sebagai sapaan khas juga sebagai salah satu strategi memusatkan perhatian.

d) Gunakan Alat Peraga Ciptaan Sendiri

Alat peraga yang unik atau belum pernah dilihat oleh para peserta akan mempunyai daya tarik tersendiri. Alat peraga yang demikian biasanya dibuat sendiri oleh trainer yang bersangkutan. Misalnya seseorang trainer ketika memfasilitasi selalu membawa alat peraga Sepak Bola Matematika ciptaannya sendiri, atau masih banyak lagi contoh para trainer yang sukses karena membawa alat peraga ciptaannya sendiri.

e) Buatlah Lagu Untuk Memperkenalkan Diri

Membuat lagu untuk memperkenalkan diri juga merupakan cara menarik untuk menarik perhatian peserta kepada peserta pelatihan. Misalnya lagu sederhana seperti:

Selamat pagi…Selamat pagi…

Apa kabar semua?

Saya Bayu…Saya Bayu…

Salam-kenal buat semua…

(musik : Sayonara)


2. PENYAJIAN MATERI YANG BERBEDA
Kalau biasanya materi tersebut disajikan dengan ceramah dengan bantuan power point saja, cobalah dengan teknik diskusi, atau dengan teknik debat aktif. Kalau biasanya sudah disajikan dengan teknik diskusi, cobalah dengan teknik games dan sebagainya. Kita bisa mempelajari berbagai teknik penyajian yang variatif.

3. PENYAJIAN MATERI YANG SISTEMATIS
Materi yang sistematis akan mudah dipahami. Materi yang dipahami dengan baik membuat peserta bertahan sampai akhir sesi kita. Sebelum menyajikan materi alangkah baiknya jika kita sajikan terlebih dahulu tujuan sesi, kerangka dasar materi, dan langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan pada pelatihan tersebut. Dengan begitu kita sudah membantu peserta untuk memetakan konsep materi yang dia terima pada saat itu. Setelah itu baru kita sajikan materi sesuai dengan sistematika materi pelatihan dan kita sajikan sesuai dengan langkah-langkah yang telah kita sepakati bersama.

4. TAMPILAN POWER POINT YANG MENARIK PERHATIAN
Power point merupakan pusat perhatian ke-2 setelah trainer. Selain sebagai pusat perhatian, power point juga membantu trainer untuk terus menyajikan materi dengan sistematis sesuai dengan perencanaan. Power point juga akan membantu trainer untuk tidak melupakan atau melewatkan langkah-langkah kegiatan. Di sini trainer akan terbantu dengan sangat terencana misalnya ice breaking yang ini akan ditaruh pada sesi yang mana, pada saat apa fasilitator akan mengeluarkan joke yang telah disiapkan dan sebagainya.Oleh karena itu power point harus dibuat semenarik mungkin tetapi jangan teralu ramai sehingga justru mengaburkan poin-poin utama yang kita sajikan.

5 Faktor Jepang Menjadi Negara Maju

Kita tahu Jepang menjadi salah negara sukses di Asia dan dunia. Ada beberapa faktor yang membuat Jepang menjadi Negara maju seperti sekarang ini :

1. Kerja Keras
Tentu ini motivasi yang patut kita contoh! Sama seperti kebanyakan orang-orang di Asia Timur. Mereka menjadi pekerja keras dalam hidupnya.

Kata mutiara motivasi : “Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.”

2. Pantang Menyerah
Masyarakat jepang untuk ini benar-benar membuktikannya. Dulu mereka setelah porak-poranda akibat perang dunia II. Hanya membutuhkan waktu tidak lama untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.

Pesan Motivasi : “Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, Raihlah dengan kerja keras dan anda pasti BISA! “

3. Menjaga Kehormatan
Jika sering melihat film atau mungkin mengikuti artikel berita di TV, sesekali pasti pernah mendengar istilah Harakiri yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut. Itu dilakukan oleh masyarakat disana karena mereka tahu malu.

Masih ingat Menteri Kesehatan Jepang yang mengundurkan diri karena melakukan kesalahan. Atau pejabat yang akhirnya bunuh diri karena telah melakukan korupsi. Atau pelajar yang bunuh diri karena nilainya jelek. Dan menjadikan orang jepang menjadi nomor satu dalam kasus bunuh diri.

Tapi INGAT BAIK-BAIK bukan berarti cerita di atas menganjurkan Anda untuk bunuh diri jika membuat orang lain susah. Pesan Motivasi yang bisa kita raih adalah “Tahu Malulah”, dan kemudian intropeksi diri berbuat lebih baik lagi.

4. Rajin Membaca
Membaca seperti menjadi sebuah budaya di Jepang. Bukanlah hal yang aneh melihat orang bejalan sambil membaca atau saat masuk ke kereta listrik, disana bisa dilihat banyak orang yang membaca.

Banyak-banyaklah membaca artikel, apalagi sekarang sudah zaman internet Anda bisa mendapatkan artikel tentang berbagai hal mulai dari komputer, motivasi, sejarah, ekonomi dsb. Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi dibanding lawan, Anda sudah lebih dekat ke tujuan.

5. Menghargai Waktu
Orang Jepang sangat menghargai waktu. Mereka tidak ingin waktu yang dimilikinya terbuang percuma tanpa membuahkan hasil. Makanya mereka selalu dituntut untuk hidup yang produktif sehingga bisa menghasilkan banyak hal yang berguna.

LG Electronics

LG Group adalah sebuah konglomerat besar Korea Selatan, yang memproduksi perangkat elektronik, telepon genggam dan petrokimia.
Nama LG berasal dari singkatan "Lucky - Goldstar", nama perusahaan tersebut sampai 1995.

Sejarah LG

Didirikan pada 1947, Lucky Chemical Industrial Co. (sekarang disebut LG Chemical), adalah merupakan perusahaan kimia pertama di Korea. Perusahaan ini merupakan sebuah kerja sama antara keluarga Koo dan Heo, yang telah memiliki bisnis yang saling bersaing satu sama lain untuk beberapa generasi. Grup ini memperluas ke peralatan rumah tangga pada 1958 di bawah nama Goldstar Electronics Co. (sekarang disebut LG Electronics), yang merupakan perusahaan elektronik pertama di negara tersebut.

Pada tanggal 4 November 1959, Kookje Daily News, sebuah surat kabar paling berpengaruh di Korea mempublikasikan kisah tentang radio buatan Korea yang pertama yang dikembangkan dan dirakit oleh Goldstar yaitu A-501. Dengan kandungan komponen lokal sebesar 60%, A-501 menciptakan sejarah baru bagi industri elektronik Korea.

Menyandang gelar sebagai " Perusahaan Elektronik Pertama Korea", slogan seperti "The First" dan " The Best" selalu menyertai LG Electronics. Setelah suskses memproduksi radio, berturut-turut LG Electronics mengembangkan berbagai produk buatan Korea pertama, antara lain telepon, lemari es, televisi, pendingin udara adan mesin cuci.